Sabtu, 23 November 2013

Tugas Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah


Keajaiban Yang Kuasa


Judul                                   : Moga Bunda Disayang Allah
Penulis                                : TereLiye
Penerbit                              : Republika
Jumlah Halaman              : 247
Jenis Cover                        : Soft Cover
Dimensi (PxL)                   : 20,5 x 13,5 cm
Text Bahasa                      : Indonesia
Cetakan                             :XVII, April
Tahun                                                 : 2013

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXtxQZ0YTalql2VngcPICLP4rh9VQ0sCRkp0BqkF0yuc8G67S_e4I17lPZpPfCImbxBZFVJJUROXgxj9JhQQe1RglGb8YVNXYNWCpRhVOONJGyPny31GW79Tw_6FFZFk8OccEMhHXX36iL/s320/531776_499825756734664_434401052_n.jpg



#sinopsis
Buku ini menceritakan tentang perjuangan hidup seorang anak bernama Melati untuk mengenal dunia
Dan isinya. Melati, adalah anak tunarungu dan tunanetra sehingga ia juga tidak dapat berbicara karena
ketidak mampuannya untuk mendengar dan melihat mengakibatkan ia hanya dapat mengatakan 2 suku kata
yaitu, “Baa..” dan “Maa..”. Melati menjadi tunarungu dan tunenetra sejak ia berumur 3 tahun. Ia adalah
seorang putri tunggal dari sebuah keluarga yang kaya raya di sebua hkota yang berukurantidakbegitubesar
disebuahlerengbukit. Keluarga kaya raya itu adalah keluarga HK, terdiridari Tuan HK, Bunda, dantentunya
putr itunggal mereka, Melati.
Setiap harinya, Melati hanya merajuk. Berlarian kesana kemari. Melempar segala sesuatu yang ia
pegang. Marah, sebal, takut, semua perasaan bercampur menjadi satu membuatnya terkadang kehilangan
kendali. Suatu hari, Bunda memutuskan untuk mengikuti saran yang diberikan Kinasih, salah seorang dokter
keluarga HK, untuk menghubungi seorang pemuda temannya yang bernama Karang. Ia adalah tipikal pemuda
yang mau rela berkorban hidup dan matinya demia membahagiakan kehidupan anak-anak. Sayangnya, saat
terakhir mereka bertemu hubungan Kinasih dan Karang sedang tidak baik. Sifat dan kepribadiannya pun
berubah. Nampaknya hal itu dikarenakan kecelakaan beberapa tahun silam yang menewaskan belasan nyawa
anak-anak. Sudah genap seminggu surat-surat itu tidak dibalas oleh Karang. Akhirnya Bunda pun memutuskan
untuk mendatangi rumahnya dan membujuk Karang. Namun sayang Karang tetap pada prinsipnya untuk
menolak permintaan itu. Namun, mimpi yang terus menerus menghantuinya akhirnya membulatkan tekadnya
untuk membantu Melati.
Pagi itu, Karang tiba di kediaman keluarga HK. Ketika bertemu untuk pertama kalinya dengan Melati,
Karang terpaku. Ia berfikir,’mengapa tuhan dengan tidak adilnya membuat gadis cantik dan imut ini tidak bisa
merasakan indahnya dunia. Ia tidak bisa melihat, mendengar, dan berbicara Ya Tuhan..’ . Karang pun merasa
mungkin ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuknya untuk kembali membantu anak-anak dan Melati
menjadi pasien pertama-nya. Hari yang cukup keras untuk Melati pun akhirnya tiba.
Keterbatasan Melati menyebabkan ia tidak mengetahui apa yang terjadi diluar sana. Akhienya, setiap harinya ia hanya merajukj, teriak, berlarian kesana kemari dan tak lupa melempar segala benda yang ditemuinya. Namun, Karang tak menyerah. Karang terus mengajarkan pada melati seperti halnya kalau makan harus menggunakan sendok, bagaimana duduk di kursi, dan jangan suka melempar benda apapun.Melati pun lama-kelamaan mulai melunak dan mengerti. Hingga suatu hari, keajaiban itu tiba. Allah banar-benar menunjukkan kuasa-Nya. Melati mulai dapat merasakannya. Karang pun begitu. Ia mulai tahu cara untuk mengajarkan Melati. Melewati tangannya. Tangannya adalah panca indranya yang selama ini hilang. Mata, telinga, mulut Melati semua ada pada tangannya. Bunda yang menyaksikan itu sudah menangis terharu. Ia menangis dan bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya. Sepeninggal hari itu, Melati mulai belajar banyak hal mungkin memang membutuhkan waktu yang cukup lama tapi tak apa. Karang dan Bunda mulai mengajari Melati bagaimana untuk berkomunikasi dengan orang lain yaitu dengan simbol-simbol, gerakan-gerakan tangan, menyentuh bibir, dan merasakan getaran suara. Bunda tak henti-hentinya berterima kasih atas segala karunia-Nya yang telah memberikan jalan sedemikian sehingga Melati dapat kembali mengenal dunianya.
Kekurangan yang terdapat dalam buku ini adalah seperti
Penggambaran terhadap tokoh Melati, Karang, dan Bunda mengakibatkan sulitnya untuk menemukan tokoh
utama. Penggunaan kalimat yang tidak baku dan penambahan kalimat yang tidak perlu mengakibatkan agak
terganggu dalam membaca. Sedangkan, Kelebihan yang terdapat dalam cerita ini adalah dalam cerita ini
banyak pelajaran hidup kepada kita tentang arti ikhlas, sabar, bersyukur, dan keadilan Tuhan. Gaya bahasa
yang digunakan pengarang juga unik dan sarat akan makna. Alurnya yang sulit ditebak membuat pembaca
penasaran terhadap setiap kelanjutannya. Penulis juga berulang kali mengungkapkan kalimat yang
mengingatkan pembaca untuk segala yang telah dimilikinya.Kekurangan yang terdapat dalam buku ini adalah
Penggambaran terhadap tokoh Melati, Karang, dan Bunda mengakibatkan sulitnya untuk menemukan tokoh
utama. Penggunaan kalimat yang tidak baku dan penambahan kalimat yang tidak perlu mengakibatkan agak
terganggu dalam membaca.
Jadi, Buku ini menurut saya sangat di rekomendasi untuk dibaca oleh semua orang karena dalam buku
ini seperti yang sudah dijelaskan, mengajarkan kita kepada pentingnya bersyukur dalam hidup, dan lain
sebagainya. Bahkan ketika membacanya mungkin saja anda akan berlinang airmata dan setelah membaca
diharapkan para pembaca akan lebih menghargai hidup dan menyayangi ibu anda. Selamat membacaJ


Sabtu, 16 November 2013

All About My Favorite Authors

Oke, kali ini saya akan membagi sedikit tentang penulis favorit saya. Saya itu suka sekli membaca novel terlebih karya kak Orizuka. Berikut sedikit ulasan mengenai Orizuka...

Oke Rizka Septania atau Orizuka, adalah seorang penulis yang telah menghasilkan 20 karya. Ia lahir di Palembang. Kegemarannya adalah membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama para kpoers lainnya. Salah satu karya nya yang sukses hingga diangkat ke layar lebar pada tahun 2008 ialah 'Summer Breeze'. Berikut beberapa novel yang telah menjadi karya Orizuka:
1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
3. Duhh… Susahnya Jatuh Cinta…! (Tanda Baca, 2006)
4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
8. The Truth about Forever (GagasMedia, 2008)
9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
10. The Shaman (GagasMedia, 2008)
11. FATE (Authorized Books, 2010)
12. Our Story (Authorized Books, 2010)
13. Infinitely Yours (GagasMedia, 2011)
14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
17. With You (GagasMedia, 2012)
18. After School Club (Bentang Belia, 2012)
19. Oppa & I: Love Missions (Penerbit Haru, 2012)
20. The Chronicles of Audy: 4R (Penerbit Haru, 2013)
cukup banyak buku yang telah ia tulis. Hal yang membuat saya menjadi salah satu penggemar karyanya ialah ia selalu dapat membuat pembaca terhanyut pada cerita yang ia buat. Konflik tiba-tiba yang ia munculkan pun terkadang membuat pembaca terkagum-kagum. Entah mengapa setiap membaca ceritanya pun saya sangat terhanyut hingga menangis. Ia juga sangat ramah dan mau berbagi tips untuk menjadi penulis yang baik. Itulah mengapa saya ingin bisa menjadi penulis hebat seperti kak Orizuka. 
Contact Orizuka!
E-mail: chazrel21@yahoo.com
Facebook (fanpage): Orizuka
Twitter: @authorizuka
Blog: orizuka.tumblr.com
Ini beberapa gambar novel karya Orizuka. Hingga saat ini dari 20 karyanya saya sudah membaca setengahnya dan saya akan terus menunggu karya karya terbaiknya..



Bagi yang penasaran bagaimana isi ceritanya, silakan membeli di Gramedia terdekat dijamin kalian tidak akan menyesal setelah membacanya;)

Sabtu, 09 November 2013

Regret -Chap. 3

Kayanya bakal fail bgt chap ke 3 kali ini haha maaf deh ya-_-yaudah dilanjutt~

    15 menit telah berlalu namun Haera tak kunjung menampakkan batang hidungnya dikelas. Jinho, teman sebangkunya sekaligus sahabatnya itu mulai khawatir akan kondisi Haera 'mengapa gadis itu tak kunjung kembali? padahal pelajaran telah berlangsung dari tadi' batin Jinho terus bertanya-tanya. Akhirnya iya memutuskan untuk izin ke toilet pada guru yang bersangkutan dan bergegas untuk mencari Haera. Ia berjalan ke arah toilet perempuan tempat mereka terakhir bertemu tadi tapi ia tak menemukan siapapun. Jinho dengan perasaan kalutnya mencari Haera diseluruh tempat di sekolah namun tak kunjung menemukannya. Ada satu tempat terakhir yang belum ia kunjungi. UKS Sekolah. Akhirnya Jinho memutuskan untuk ke UKS sekolah. Semakin dekat dengan UKS entah mengapa perasaannya semakin tak enak. Setelah sampai di pintu UKS, Jinho mengetuknya dan masuk untuk mengecek apakah ada Haera disana. semua tempat tidur ia periksa dan ia tak mendapati Haera disana. Anehnya ada satu tempat tidur tersisa disana namun tertutup cukup rapat. Kali ini rasa penasaran memenangkan hatinya hingga ia memutuskan untuk membuka tirai itu dan betapa terkejutnya ia melihat sahabatnya sendiri, Haera, tertidur dengan selang oksigen yang dihubungkan dengan hidungnya. Seketika perasaan khawatir itu benar-benar terjadi. Haera-nya. Entah apa yang terjadi pada gadis ini. Jinho mendadak diselubungi rasa takut, khawatir, dan sedih yang sangat.
"Haera-ya apa yang terjadi padamu? mengapa bisa begini?" Jinho berbisik sambil mendudukan dirinya disamping ranjang Haera dan menggenggam tangan gadis itu.
tiba-tiba mata gadis itu terbuka. Ia terkejut. Mengapa tiba-tiba ada Jinho disisinya?
dengan suara yang lemah dan sedikit bergetar Haera memaksa untuk membalas perkataan Jinho
"j-jjinho? ap-pha yya-ng kk-au laku-kan di..sinn-i?"
"tak usah dipaksakan untuk berbicara Haera-ya. Tidur lah. Aku akan menemanimu hingga pulang nanti" ucap Jinho seraya mengelus kepala gadis itu.
Mendengar perkataan Jinho, Haera pun menurut. Kepalanya masih terasa pusing sekali. Ia lupa membawa obatnya hari ini dan lagia ia tak boleh sering-sering mendapat stres karena itu akan membuat penyakitnya kambuh dan ia ingin Jinho tak mengetahui itu. Jinho yang melihat Haera mulai memejamkan matanya dapat menghela nafasnya. Ia marah sekali. Marah pada dirinya yang tak mengetahui perkembangan apapun selama ini tentang gadisnya. Ya. Gadisnya, Haera. Jinho benar-benar mencintai gadis ini dan ia merasa sangat menyesal telah meninggalkannya dulu. Akhirnya Jinho pun memutuskan untuk tidur karna rasa kantuk yang telah menghantuinya/?
Teettt Tteettt Tteettt
Bel yang ditunggu pun datang. Bel pulang sekolah. Semua anak pun lekas membereskan barang-barangnya dan pulang. Jinho baru saja kembali dari kelas mereka untuk mengambil tas nya dan Haera dan menaruhnya di mobilnya lalu ia dengan cepat kembali ke UKS untuk menjemput Haera. dilihatnya Haera telah duduk dan melepaskan selang yang tadi dihubungkan ke hidungnya. Haera melihat Jinho datang dan segera menghampirinya. Jinho dengan sigap membantu Haera memapahnya menuju mobilnya. Jinho membantu Haera hingga duduk di mobilnya dan memasangkan sabuk untuk Haera. Haera membalas nya dengan senyum kecil dan tak lupa menyelipkan kata "gomawo Jinho-ya"
"ne. Cheonma Haera-ya. Aku akan mengantarmu sampai rumah. Apa kau sudah baikan? tidurlah jika masih pusing" ucap Jinho dengan nada yang menyiratkan rasa khawatir.
"ani. aku bosan tidur terus. sekali lagi, jeongmal gomawoyo Jinho-ya"
"cheonma Haera-ya tak perlu sungkan padaku" balasnya diiringi senyum tampannya yang dengan sekejap dapat memunculkan semburat merah di pipi Haera.
Akhirnya mobil Jinho pun melaju meninggalkan halaman parkir sekolah dan menuju ke rumah Haera.

Oke ini cerita makin absurd kayanya-_- ya abis gimana ngetiknya juga buru-buru wkwk yaudah nikmatin aja deh ya wk. Selamat membaca~

Minggu, 03 November 2013

Tugas B.Indo - Resensi Film

   Pentingnya Memiliki Keberanian dan
              Optimis Dalam Hidup


Judul film: Monster University
Sutradara: Dan Scanlon
Produser : Kori Rae
Skenario : Pete Docter, Andrew Stanton
Pemain : Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi, Dave Foley, Julia Sweeney, 
               Joel Murray, dan Peter Sohn.
A.  Billy Crystal (Mike Wazowski): ramah, baik hati, cerewet, optimis, berani, pantang menyerah
 B. John Goodman (Jimmy Sullivan): ramah, sombong, pesimis, pemarah
C. Hellen Mirren (Dean Hardsrabble): bijaksana, sombong,
Genre: Animation | Adventure | Comedy
Rilis : 21 Juni 2013 (3D)      

       Kembali lagi dengan cerita kehidupan dua monster yang sudah ditunggu-tunggu tentunya, Mike Wazowski(Billy Crystal) dan Jimmy Sullivan(John Godman). Kali ini mereka kembali dengan cerita yang tak kalah menarik yaitu kehidupan masa lalu mereka sebelum akhirnya mereka bersahabat dekat. Dimulai dari masa ketika kanak-kanak, Mike dan teman-teman yang lainnya mengadakan tur wisata hingga ia bercita-cita menjadi seorang monster peneror dan salah satu cara agar ia bias meraih cita-citanya adalah menjadi murid scare program di Moster University.
       Beberapa tahun telah berlalu, Mike sudah tumbuh dewasa dan siap menjalani kehidupan barunya sebagai mahasiswa di Monster University. Kerja kerasnya akhirnya kini membawa hasil karena ia dapat bersekolah di MU. Disana pun akhirnya ia bertemu dengan Jimmy Sullivan, seorang monster berbakat yang sudah memiliki garis keturunan menjadi monster yang menakutkan dan pintar.
       Mike dan Sulli selalu bersaing dalam hal apapun. Sulli merasa dirinya sangatlah hebat sedangkan Mike harus tetap belajar dengan giat dan berusaha agar tetap berada dalam scare program bersama dosen Dean HardScrabble(Hellen Mirren). Dosen yang terkenal sangat legendaris dan kejam tetapi sayang, Mike dan Sulli akhirnya harus keluar dari scare program karena keributan yang mereka buat dan telah merusak kaleng pendeteksi takut. Mike yang tak terima memikirkan cara agar dapat kembali ke scare program. Untunglah ia ingat ada scare games, yaitu kompetisi mencari kelompok paling menakutkan. Namun tak ada yang mau menerima Mike (kecuali Sulli yang ikut bergabung) karena ia sama sekali tidak menakutkan hingga ia bertemu kelompok bersahabat Oozma Kappa dan bertemu dengan  Don Carlton (Joel Murray), pria paruh baya mantan salesman yang memutuskan masuk kuliah lagi. Lalu ada Terri dan Terry Perry (Sean Hayes dan Dave Foley) monster kembar siam berkepala dua, Scott "Squishy" Squibbles (Peter Sohn), dan Art (Charlie Day). Hal itu diketahui oleh Dosen Dean hingga akhirnya mereka membuat perjanjian “jika kelompok Mike kalah, mereka harus keluar selamanya dari kampus Monsters University” dan Mike menyetujuinya. Mike yang tak kenal menyerah pun meyakinkan dan melatih seluruh kelompoknya agar dapat melewati games ini. Sikap dan sifat Mike yang gigih dan pantang menyerah ini sampai membuat Sulli kagum padanya. Kira-kira bagaimana kelanjutan ceritanya? Berhasilkah Mike dan teman-teman melewati games ini? Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Sulli? Akankah mereka tetap berada di MU atau justru harus keluar?
        Film ini sudah membuat penasaran bagi penanti setia film-film pixar. Dengan memunculkan berbagai macam monster yang lucu hingga seram didalamnya membuat daya tarik dari film ini.  Konflik yang terdapat film ini pun tidak terlalu rumit sehingga memudahkan penonton seperti anak-anak mengerti saat menontonnya. Bermacam-macam bentuk monster yang terdapat dalam film ini beserta sifat yang mereka yang berbeda pun menjadi salah satu daya tarik seperti penjaga perpustakaan yang berbadan sangat besar namun memiliki kelemahan yaitu rabun. Pada film ini kita juga diajarkan untuk tidak mudah menyerah, bagaimana menghadapi setiap permasalahan yang menghampiri, kasih sayang dan rasa kekeluargaan dan masih banyak lagi. Namun, tak semua penciptaan itu sempurna pasti ada kekurangannya. Kekurangan yang terdapat dalam film ini adalah berbagai macam bentuk monster yang ada bisa saja dianggap menakutkan bagi anak kecil yang menontonnya karena mereka menganggap monster itu benar adanya.
         Jadi, menurut saya film ini sangatlah bagus untuk ditonton bagi segala umur baik anak-anak maupun orang dewasa karena film ini bukan hanya sekedar kartun tapi, banyak pesan moral yang terkandung yang dapat kita ambil dari film terebut. So, jangan lewatkan tayangan perdana film ini, guys!


       


Regret Chap - 2

Akhirnya, setelah sekian lama saya bisa mem-post lanjutan ini. semoga suka^^

Keesokan harinya, Haera sudah berniat akan pindah tempat duduk agar ia bisa menghindari Jinho tapi sayang, saat memasuki pintu kelas, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Haera-ya, hari ini kau duduk denganku lagi ya,"
lelaki itu, Jinho mengutarakan kalimat pertamanya di pagi ini.  Mau tak mau Haera menyanggupi permintaannya karena entah kenapa saat ia melihat mata itu ia seakan terserap masuk kedalamnya dan entah sadar atau tidak Haera telah melangkahkan kakinya dan duduk di sebelah pria itu. Tak lama kemudian bel masuk pun berdering menandakan waktu sekolah akan dimulai dan semua murid pun masuk kedalam kelas dan menempatinya bangkunya masing-masing.
Sepanjang jam pelajaran, Haera tak dapat fokus. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan pada lelaki disampingnya ini, 'apakah benar ia Cho Jinho yang dulu?' 'mengapa ia baru muncul lagi?' 'mengapa ia meninggalkanku dulu?' Haera terus saja asyik melamun hingga tidak menyadari ada sebuah kertas di hadapannya. Ia membuka kertas itu dan membacanya.
"hei nona, jangan melamun terus :p . Nanti saat istirahat kau ikutlah denganku. sampai bertemu nanti Haera-ya"
ya, itulah isi pesan yang ada di kertas itu. Haera mengernyitkan dahi setelah membacanya kemudian menengok sekilas pada lelaki itu. Jinho hanya tersenyum tipis membalasnya.

*Teettt Teettt Tteeett*?
Bel pun akhirnya berbunyi. Seluruh siswa pun langsung keluar kelas menuju kesatu tempat yang sama yaitu kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berdendang itu. akhirnya, hanya Haera dan Jinho lah yang tersisa dikelas. Jinho mengisyaratkan Haera untuk mengikutinya dan lagi-lagi Haera hanya mengernyitkan dahi walaupun pada akhirnya ia tetap mengikuti kemana Jinho. Pemandangan yang cukup indah menyapu pemandangan Haera. Ia tak menyangka akan menemukan tempat seperti ini disekolahnya. Jinho membawanya ke bawah sebuah pohon yang cukup rindang dan mendudukan dirinya disana, Haera pun mengikutinya.
"Kim Haera, kau ingat hari itu?" Jinho bertanya dengan suara yang sangat pelan
"Hari? eonje? aku tidak mengerti.."
"Hari.. saat aku harus pergi ke Jepang. meninggalkanmu. sendirian. tanpa kabar." bisik Jinho
Tes. Tes. Air mata Haera terjatuh begitu saja. Ia tidak menyangka bahwa Jinho yang berada disampingnya kini benar-benar Jinho-nya yang dulu dan dia masih mengingatnya. Sungguh Haera tak bisa lagi menahan air matanya yang semakin lama terus turun membanjiri wajahnya. Jinho hanya terdiam meihat reaksi Haera. Ia tak menyangka kepergiannya dimasa lalu akan membawa efek kesedihan yang begitu dahsyat bagi Haera-nya. Setelah dirasa sedikit tenang Jinho memulai lagi ceritanya.
"Jeongmal mianhae aku tak memberi tahumu waktu itu aku tau aku salah Haera-ya dan saat itu umur kita masih kecil. baru berumur 7tahun dan aku tidak berfikir untuk meminta nomor rumah mu waktu itu. aku juga awalnya tidak mengetahui berita kepindahanku yang ku tahu saat aku terbangun aku sudah berada di Jepang. Orang tua ku bilang, jika aku ingin sembuh aku harus mengikuti perintah orang tuaku. Aku juga tidak mengerti kata sembuh yang mereka maksut itu apa tapi belakangan aku tahu bahwa aku mengidap kanker paru-paru dan sebelum itu semakin parah orang tuaku memutuskan untuk mengobatinya ke Jepang dan sekarang aku dinyatakan 85%  sudah terbebas dari penyakit itu walaupun aku harus sering-sering check up dan meminum obat-obatan yang lain sebagai penunjang hari-hari ku. Sekali lagi, nan jeongmal mianhandago nae Haera"
Sementara itu Haera terus berguncang hebat mendengarkan segala penjelasan dari sahabat kecilnya itu. Ia tak menyangka penyakit itu didapati di tubuh sahabatnya. Jinho yang tak tahan kemudian menghampiri Haera dan memeluknya dengan erat sambil mengusap-usap helaian rambut gadis itu.
Tteett Teettt Tettt
Bel berbunyi tanda istirahat telah usai. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kelas. Di tengah perjalanan Haera meminya izin untuk ke toilet terlebih dahulu dan Jinho pun meneruskan kembali perjalanannya ke kelas. Ia tidak menyadari ditangan Haera terdapat cukup banyak darah hasil keluar dari hidungnya. Ya. Haera mimisan. Kemudian gadis itu berlari sekuat yg ia bisa mencari toilet terdekat. Selangkah lagi ia menuju toilet, tapi sayang tiba-tiba pandangan anak itu mulai buram lalu putih dan akhirnya semua gelap.

oke ini kelanjutannya. gimana? ternyata bener Jinho adalah teman masa kecil Haera ya. Lalu, bagaimana dengan Haera? apa yang terjadi dengan gadis itu? tunggu kelanjutannya^^

Sabtu, 28 September 2013

Daftar 10 Universitas Terbaik di Indonesia 2013

Oke kali ini saya akan menyampaikan 10 universitas terbaik di Indonesia periode tahun 2013 berdasarkan webomatrics.

PERINGKAT
INDONESIA
PERINGKAT DUNIA
UNIVERSITAS
1
440
Universitas Gadjah Mada
2
497
Institute of Technology Bandung
3
581
University of Indonesia
4
634
Gunadarma University
5
722
Brawijaya University
6
781
Diponegoro University
7
839
Bogor Agricultural University
8
848
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9
885
Universitas Padjadjaran
10
929
Airlangga University

Sumber: http://ekonomi-holic.blogspot.com/2013/05/daftar-100-universitas-terbaik-di.html#ixzz2gFEgnByJ

nah, sudah tahu kan nama nama universitasnya? setelahnya, kalian tinggal pikirkan dan memilih universitas mana yang akan kalian pilih untuk melanjutkan sekolah kalian setelah SMA nanti. Jangan lupa pikirkan dan pilih jurusan yang kalian minati dan kalian bisa. Selamat berpikir/?^^

Jumat, 20 September 2013

Regret

oke saya hanya ingin post ini. ini adalah salah satu cerita yang pernah kutulis dulu sekali....

*Pagi hari di Neul Param High School*

"Ya! Haera-ya!", panggil Yoora ketika melihat Kim Haera, sahabatnya masuk kelas.
"ne? waeyo yoora-ya? kenapa berteriak seperti itu? ini masih pagi tahu..", omel Haera ketika ia sudah duduk di depan Yoora.
"kau sudah mendengar kabar baru belum? Katanya ada murid pindahan dari Jepang. Sebenarnya dia asli Korea, tetapi dia pindah ke Jepang sewaktu sd dan sekarang ia baru kembali dan ingin melanjutkan sekolahnya disini dan rumornya ia sangat tampan lho..", ucap Yoora dengan semangat yang menggebu-gebu.

Deg!

Jantung Haera tiba-tiba berdegup lebih kencang dari biasanya. 'apa mungkin..' batin Haera bertanya-tanya.
"siapa nama murid pindahan itu?, tanya Haera dengan suara yang sedikit gugup
"hmm kalo tidak salah namanya Cho Jin Ho",
'.......nama itu, mungkinkah.....' batin Haera semakin bertanya di iringi dengan degup jantungnya yang semakin cepat.
Haera berdiri dari kursinya dan mulai berjalan keluar kelas tanpa arah. Pikirannya berkecamuk memikirkan murid pindahan yang sedang heboh-heboh dibicarakan itu. Ia terus saja sibuk dengan pikirannya hingga tak menyadari ada seseorang dihadapannya.
brukk
"aduhh.." rintih Haera
"aah jeongmal mianhae. neo gwaechana?" balas seseorang yang Haera yakin adalah orang yang telah ia tabrak .
"aah ne. nan gwaechana." balas Haera sambil melihat siapa yang ia tabrak barusan. Matanya pun seketika membulat.
'mata lelaki ini, mungkinkah.. mungkinkah kau Jinho? Jinho-ku yang dulu meninggalkanku tanpa kabar?' batin Haera terus bertanya hingga tidak menyadari bahwa lelaki itu telah berlalu dari hadapannya. Nampaknya ia tengah sibuk mencari kelas yang akan ia tempati. Haera pun memutuskan untuk pergi ke toilet terdekat. Sesampainya di toilet, ia langsung membasuh mukanya dengan air untuk menyegarkan sedikit pikirannya.
'apa benar kau Jinho? Jinho teman masa kecilku yang dulu meninggalkanku tanpa kabar?'
tes. Tak terasa air mata Haera pun menetes. Sekitar 15menit akhirnya ia habiskan untuk menangis dan menenangkan perasaan dan hatinya. Saat ia keluar ternyata koridor telah sepi. Semua murid telah masuk ke kelas masing-masing. Itu tandanya ia terlambat masuk kelas.
tok tok tok
saat Haera membuka pintu, semua mata tertuju padanya. Mereka semua bingung seorang Kim Haera yang terkenal rajin tiba-tiba terlambat.
"jeongmal mianhae seonsaengnim saya terlambat. Saya tidak akan mengulanginya lagi"
"hmm baiklah silakan kembali ke tempat duduk mu Haera-ya," perintah sang guru dengan tegas
dengan langkah gontai akhirnya Haera kembali ke tempat duduknya tapi tunggu, ada yang sedikit aneh disini. Haera selama ini duduk sendirian sekarang mengapa ada yang mengisi sebelah bangkunya? setelah ia lihat betapa terkejutnya Haera. Ternyata orang yang menempati tempat duduk sebelahnya adalah CHO JIN HO. Haera menghela napas berat dan tetap duduk di tempatnya.
Hari ini pun dilalui Haera dengan banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya





oke segitu dulu di chap 1. Kira-kira gimana ya kelanjutan kisah Haera dengan Jinho? apa benar itu Jinho yang selama ini menghilang dari hidup Haera?